Terkesima Fanpekka

IMG-6812

Assalamu’alaikum

Fanpekka adalah indoor playground yang merupakan hasil kerja sama AEON Mall Jakarta Garden City dengan Kedutaan Besar Finlandia.  Wahana ini memiliki konsep seni abad pertengahan dan kontemporer, bercampur dengan suasana kota kecil Finlandia.

Setelah berkali-kali urung berangkat karena tiket yang mahal dan lokasinya yang jauh LOL, akhirnya kami berjodoh dengan Fanpekka. Hip hip hurray!

Mahal? Iya mahal parah buat saya sih, like far far more expensive than Kidzoona. Untuk non member, HTM weekday 170K dan weekend 230K, ini tiket all day untuk 1 anak dan 1 pendamping. Kalau nambah pendamping kena 50K.

Nah, untuk menyiasatinya maka harus extra effort dengan manfaatin momen diskonan yang beberapa kali diadakan fanpekka (s.d. 31 Januari ada diskon 10%) atau cari-cari voucher di pusat belanja daring hihi. Beruntung, saya dapat info voucher dari Dita, seharga 165K di Tokopedia. Tanpa ba bi bu langsung cusss beli.

Akhirnya Sabtu lalu kami berangkat, diantar suami yang sekalian janjian sama teman-temannya di AEON Jakarta Garden City. Mall ini, meski jaraknya jauh dari rumah (Bekasi Timur), tapi ternyata waktu tempuhnya cuma 45 menit karena lewat tol.

Sesampainya di AEON kami terperangah, ya ampun mall nya bagus banget :”) toiletnya aja kece, musholla pun ada di setiap lantai. Baca lebih lanjut

Iklan

Review #5 Jangan Samakan Anak Laki-Laki dan Perempuan

Hasil gambar untuk little boys and girls clipart

mabonline.com

Assalamu’alaikum

Di review kelima ini saya akan mencoba menuliskan materi kelompok 5 yang menitikberatkan pada karakteristik anak laki-laki yang berbeda dengan perempuan. Mereka tidak sama, dan harus dididik dengan berbeda, termasuk dalam pendidikan fitrah seksualitasnya. Bagaimana?

Materi Kelompok 5 ini bagus banget.

BAGUS BANGET.

MAKA, SAYA AKAN MENULISKAN SEMUANYA.

Anak laki-laki jelas berbeda dari anak perempuan. Baca lebih lanjut

REVIEW #4 IBU, INNERCHILD, DAN PENDIDIKAN FITRAH SEKSUALITAS

Assalamu’alaikum

Setelah di review sebelumnya ada bahasan tentang pentingnya peran ayah dalam mendidik fitrah seksual anak, kali ini topiknya adalah peran ibu. Hal yang menarik adalah ketika Kelompok 4 menghubungkan peran ibu ini dengan pengaruh inner child.

Dalam keluarga, ibu berperan sebagai pelaksana harian pendidikan, sang harmonis dan sinergi, supplier feminitas, berbasis pengorbanan, person of love and sincerity, pemilik moralitas dan nurani, pembangun hati dan rasa, dan sang pembasuh luka.

Lalu, bagaimana kalau si ibu masih terjebak dalam inner child-nya? Akankah ia mengalami kesulitan dalam mendidik anak-anaknya? Baca lebih lanjut

Review #3 Peran Ayah dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak

Hasil gambar untuk father and kids cartoon

Assalamu’alaikum

Wowwww akhirnya kutemukan kelompok yang mempersempit bahasan pendidikan fitrah seksualitas *saya suka, saya suka!! Media edukasi berupa video bisa ditonton di sini.

Kelompok 3 membahas secara khusus pentingnya peran ayah dalam menumbuhkan fitrah seksualitas anak. Mengapa ayah? Karena ayah adalah pemimpin dalam keluarga, seperti yang tertera dalam surat An-Nisa ayat 34.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah
melebihkan kaum laki-laki dari kaum perempuan, dan karena laki-laki telah
menfkahkan sebagian dari harta-harta mereka”.

Dalam islam seorang anak akan ikut nasab ayahnya. Nasab adalah pertanggungjawaban yang akan diminta dari seorang ayah. Berhasil atau gagalnya seorang ayah akan dimintai pertanggungjawaban sesuai nasabnya.

Berdasarkan Penelitian yang dilakukan oleh Elly Risman dari tahun 2008-2010, studi di 33 provinsi di Indonesia, menyatakan bahwa Indonesia salah satu negara paling “yatim” di dunia. Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai fatherless country setelah Amerika. Baca lebih lanjut

Review #2 Pembagian Tugas di Rumah Sesuai Gender Anak

Assalamu’alaikum

Di review kali ini, saya akan mengambil hal yang menarik dari sesi tanya jawab kelompok 2 yang mengangkat tema Edukasi Pendidikan Fitrah Seksualitas, yang materi lengkapnya bisa dibaca di sini dan video edukasinya bisa ditonton di sini.

Adapun pertanyaan yang bikin saya tertarik adalah tentang bagaimana karakteristik laki-laki maskulin dan perempuan feminin dalam pembagian tugas rumah tangga. Mengingat dalam Islam, sesungguhnya pekerjaan rumah tangga adalah kewajiban suami. Namun istri dapat membantu, karena merupakan ladang amal seorang istri.

Ini kayaknya pernah saya bahas juga di (link-nya nyusul deh nyari-nyari dulu).

Kalau baca lagi di postingan Ini 5 Hal yang Harus Orang Tua Ketahui tentang Pendidikan Fitrah Seksualitas, salah satu metode mengajarkan tentang fitrah seksualitas kepada anak adalah dengan pelatihan, yaitu pemberian tangggung jawab dan tugas-tugas di rumah, anak semakin paham tentang tugas dan kewajiban mereka sesuai gender.

Kelompok 2 menjawab pertanyaan tersebut dengan memesona. Menurut mereka (yang langsung saya aamiin-i) dalil itu ditujukan agar suami mau terlibat dalam urusan rumah tangga, dan tentu saja untuk menyeimbangkan, namun Islam juga menyediakan ladang amal bagi istri untuk menjalankan peran tersebut.

Pembagian tugasnya bisa disesuaikan dengan karakteristik gender. Seperti apa? Baca lebih lanjut